airmata untuk sahabat

Alam adalah tempat dimana makhluk hidup berada, Maka dari itu sudah kewajiban kita sebagai makhluk hidup terutama manusia untuk menjaga dan melestarikan alam agar tetap terjaga warna hijaunya bukan untuk merusak alam dan membakarnya. Prumpung
adalah nama kampungku, kampung ini terletak disebelah timur desa Sidomulyo, Pangandaran, kampung ini berada diantara luasnya persawahan yang membentang disebelah utara sehingga membuat sebagian besar masyarakat kampung ini bermata pencaharian sebagai petani dan juga penyadap, disebelah utara kampung ini mengalir sebuah sungai yang teramat jernih dan kaya akan ikanya, sungai
ini mengalir dari hulu dan sampai ke muara, disebelah utara kampung terdapat genangan air yang cukup dalam bernama kedung gondang, disinilah banyak orang biasanya mencari ikan, ada yang memancing dan adapula yang menggunakan jaring ikan, disini banyak sekali jenisdan nama ikan yang ada diantaranya Ikan gabus, Lele, Sepat , Gedangan , Boso , Mujaer , Kepiting, Udang , Kerang dan masih banyak lagi jenis dan nama ikan yang lainya, disini juga sering dijumpai hewan yang mungkin dibilang sangat langka, yaitu Biawak, hewan ini sesekali muncul ketika kita sedang memancing dan nyanyian burung-burung hutan masih terdengar merdu ditelinga, mereka beterbangan diatas kepala kita dan sesekali hinggap di dahan.Banyak sekali nama jenis burung yang ada disini, diantaranya Serwiti (walet), Kalong (kelelawar), burung pelatuk, gagak, elang,prenjak, kutilang, peking, burung hantu dan
masih banyak nama-nama burung yang lainya. disini juga sering dijumpai bintatang melata/reptil, diantaranya kadal dan ular, ada beberapa jenis ular yang ada, diantaranya ular Sanca, Cobra, bangka laut, telampar, uwi, jangan dan kebanyakan ular air yang hidup disini.(mongso kapitu) musim ke tujuh dalam penanggalan jawa,inilah musim dimana terjadi panen kepiting dimusim ini banyak kepiting yang bertelur dan menjadi banyak,biasanya para penduduk memancing kepiting dengan alat yang teramat sederhana yaitu cukup dengan sedikit senar dan senar itu diikati dengan umpan, umpanya beragam ada yang pakai keong, katak dan adapula yang menggunakan ubi/
singkong, biasanya dimusim kepiting seperti ini orang biasa mendapatkan perolehan yang cukup lumayan, diantar satu ember bahkan lebih, biasanya kepiting- kepiting ini dikonsumsi sendiri sebagai lauk, dan pengolahannyapun berbeda-beda, ada yang dibakar, ditumis, dijadikan pelas (urab kepiting), dibuat rempeyek (gorengan) dan yang lainya ada juga sebagian dari mereka yang menjual kepiting-kepiting mereka kepasar. Nyoclok adalah sebutan untuk memancing ikan gabus,memancing seperti ini diperlukan tempatyang berpindah- pindah lokasi dari satu tempat ke tempat lainya, mula-mula kail diberi umpan dengan kodok sawah, yang lebih aneh, biasanya kebanyakan orang memancing umpanya ditenggelamkan, namun ini tidak justru dibiarkan mengambang dipermukaan air dan sedikit digerak-gerakan dengan tujuan supaya
ikan gabus keluar dan menyambar umpan yang ada, sekali memancing biasanya mendapatkan
3-4 kg ikan tergantung milik.Ciuru adalah nama pesawahan kami , luas pesawahan ini cukup luas, dimusim tanam berarti musim panen belut, belut- belut ini diambil dengan cara dipancing, proses pemancinganya pun
cukup unik, pancing dibuat dari kawat yang dibentuk menyerupai pancing dan di runcingi memakai batu sungai (watu wadas) dan kemudian diikat oleh dua benang lalu benang itu disatukan (ditlampar) menjadi satu, untuk umpanya biasa menggunakan cacing dan anak katak.lalu seorang pemancing harus berjalan mengelilingi sawah dan teriknya matahari guna mencari liang tempat belut berada, kemudian pancing dimasukan kedalam liang belut dan apabila liang tersebut dihuni makam umpanpun langsung disambar,biasanya belut memberikan perlawanan yang cukup kuat untuk menarik pancing kita,apalagi belut jenis sidat (belut putih). Dan dimalam harinya biasa orang mencari belut dengan cara memakai obor (ngobor),ada yang memakai lampu petromak, senter dan ada juga yang memakai alat tradisional yaitu sempor, alat yang dibuat dari bambu dan diisi minyak tanah. sehabis panen padi, musim belalangpun tiba, banyak sekali belalang yang beterbangan kian kemari diantara tanaman padi yang telah dipanen, orang-orang biasa menangkap belalang- belalang itu dengan alat tradisional yaitu Tempaling, alat yang dibuat dari bambu dan dibuat membentuk kerucut.Di Musim kemarau panjang, bukan berarti derita bagi kami, para petani biasanya mempergunakan musim kemarau ini untuk menanam tanaman palawija, seperti kacang hijau, kacang tanah, kacang panjang, timun,jagung dan banyak lagi tanaman yang ditanam.Namun itu semua yang aku ceritakan hanyalah sebuah kenangan manis belaka, sekarang sudah jarang sekali dijumpai ikan-ikan dan kepiting disungai, mereka menggunakan racun dan alat setrum untuk menangkap ikan,dan karena oli dari
mesin pembajak sawah yang membuat belut-belut mati, dan mereka menggunakan pestisida untuk mengusir hama tanaman, termasuk juga belalang yang juga termasuk hama tanaman, mereka menggunakan senapan untuk menangkap burun,mereka menangkap reptil-reptil dan biawak, termasuk ular untuk dijual dan semuanya kini telah sulit sekali untuk dijumpai termasuk sidat (belut putih) yang benar-benar telah punah dari kampung kami, mereka siapa? mereka adalah manusìa yang tidak bertanggung jawab atas lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s