tiga sahabat kecil

Wahyu Iskandar, itulah nama lengkapku kawan, semasa kecil dulu, aku mempunyai 2 orang sahabat yang pernah tinggal satu lingkungan bersamaku, kami bertiga begitu berbeda adat dan kebudayaan, Temanku yang satu bernama Andrian,dia asli orang Minang, rumahnya dulu di kota Padang, dia bersama kedua orang tuanya pindah ke Pangandaran, lantaran terhempit masalah ekonomi, sedangkan yang satunya bernama Rindiani, dia adalah orang Sunda yang terlahir dan besar di Tanah Jawa (Majenang,Cilacap), dia pindah ke pangandaran juga mungkin masalah yang demikian,
Sedangkan aku sendiri kawan, aku adalah asli orang Jawa, aku dilahirkan di Tanah Pasundan (Pangandaran) dari
kedua orang tuaku yang juga terlahir di Tanah Pasundan, namun konon katanya Kakek aku berasal dari Tanah Jawa (kebumen). Kami bertiga, Wahyu,Andrian dan Rindiani adalah kawan sejalan di suatu perkampungan bernama Prumpung,desa Sidomulyo,
Kecamatan Pangandaran, kabupaten Ciamis- Jawa Barat, kami bermain bersama- sama tanpa memandang watak dan perilaku masing- masing, untuk berkomunikasi digunakan bahasa Indonesia,namun aku dan rindiani biasa menggunakan bahasa Jawa,karena Rindiani memang berasal dari tanah Jawa,tentunya dia mahir berbahasa Jawa,terkadang aku malu padanya (rindiani) dia orang Sunda malah dia pandai sekali berbicara bahasa Jawa yang santun.Waktu itu tahun 1998, usiaku baru menginjak 6 tahun begitu pula dengan mereka berdua usia mereka tak terpaut jauh dari aku. Hari berganti hari waktu kian melaju, setiap saat sepanjang waktu kami selalu bersama- sama walau kadang suka saling bertengkar satu sama lain,tapi kita tetap satu hati,begitu banyak macam permainan yang kami lakoni dulu, dari mulai main layang-layang hingga berburu capung ke hutan kami lakukan, ada beberapa nama permainanyang biasa kami lakukan diantaranya, Neser,Gogoh,Ngurek- ngurek,mancing kinjeng,mancing iwak,mancing yuyu,pasar-pasar candil,gentong,main bola,kasti,basket,ucing umpet,patung- patungan,sapintrong,pc,lompat jauh,godog- godogan,gubuk-
gubukan,ngarah jangkirik,ngobor welut,bandaran,main wayang- wayangan,bulu tangkis,mortas,encrak,pit- pitan,ngaritno wedus,angon wedus,gembala kambing,adu jangkrik,bakar- bakar dan yang lain sebagainya.Juli, 1999 untuk pertama kalinya aku mendaftarkan diri sekolah di SD NEGRI 1 SIDOMULYO, Pangandaran, begitu juga dengan kawanku Rindiani, dia bersamaku,bahkan satu kelas,tapi beda halnya dengan Andrian,dia malah justru meninggalkan kota Pangandaran ini, dia pulang ke kampung halamanya di kota Padang,Sumatera barat ,entah apa yang tengah terjadi,namun itu semua atas kehendak kedua orang tuanya. Kini sahabat sejatiku tinggal Rindiani.dia selalu menjadi sahabat terbaiku dikala duka maupun tawa,kami berdua biasa pergi sekolah bersama-sama dengan sepeda maupun jalan kaki. Juli 2000, kenaikan ke kelas 2 telah dimulai, aku begitu
senang karena aku
peringkat ke 2 dari 18 siswa kelas 1 B SDN 1 SIDOMULYO, Sedangkan Rindiani, dia peringkat ke 7,terpaut jauh dari aku. Waktu begitu cepat berlalu hingga tanpa tersadari kami tengah duduk dikelas 5 SD.Agustus 2003, Ibunya Rindiani telah dipanggil sang Maha Kuasa, hingga dengan keadaan ini membuat Rindiani harus rela pulang kekampung halamanya di Tanah jawa,meninggalkanku dan tentramnya kota Pangandaran ini. Dia benar-benar telah pergi, aku begitu sangat teramat kehilangan sosok seorang sahabat sejati, semenjak saat itu aku tidak pernah lagi mendengar kabar tentang rindiani, hingga saat ini Hari kamis,30 Juni 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s